Cerita Sex Bu Linda Tak Kuat Menahan Nafsu

Posted on
Pokervaganza

Cerita Seks Bu Linda Tak Kuat Menahan Nafsu – Pada awal mulanya cerita aku bukan lah pejuang seks dan pencari wanita untuk seks dimana-mana, umurku 40 tahun dan aku merupakan seorang wiraswastawan dan kejadian ini aku akami pada saat 2 tahun lalu dan kejadian ini terjadi secara tidak sengaja, meskipun harus kuakui bahwa saya sangat menikmatinya dan kadang-kadang berharap dapat berulangnya lagi.

Pekerjaanku membuatku banyak bertemu dengan ibu-ibu rumah tangga ditempat kediaman mereka. Beberapa langganan lama kadang menemuiku dengan masih menggunakan atau daster. Pakaian tersebut kadang-kadang cukup dan sering kali tubuh si pemakai yang sering tanpa BH, kadang-kadang mereka belum mandi dan meriam diri karena aku menemui mereka pagi untuk mengejar waktu.

Agen878

Salah satu pelangganku setiaku, sebut saja Bu Linda, seorang Ibu rumah tangga berusia 40 tahun, memintaku untuk datang ke suatu tempat di kompleks apartemen di bilangan Jakarta Barat. Seperti biasa aku datang pagi pada hari yang datang.

Bu Linda adalah pelanggan lamaku dan hubungan kami sudah cukup akrab, lebih sebagai teman dan bukan hubungan bisnis semata. Hari itu cukup rendah untuk menghadapiku dengan memakai daster longgar berdada agak, panjangnya setengah paha, jadi pendek.

Beliau adalah seorang wanita yang cukup cantik, berkulit putih bersih, langsing dengan pinggul lebar, pantat yang menonjol dan dada yang sedang saja. Wanita yang menarik dan sangat ramah. Tapi ini pernah terjadi pertama kali ketika bertemu denganku, bahkan pakaian yang sangat seksi,

entah sengaja atau tidak, yang jelas, selama ini beliau tidak pernah menunjukkan tingkah laku yang mengundang atau berbicara hal-hal yang menjurus. Dan akupun tidak pernah mencoba untuk melakukan tindakan yang mengarah kesitu, maklum, bukan gayaku, meskipun harus kuakui bahwa aku sering juga ingin melakukannya.

Seperti biasa kami duduk disofa di hadapan dan membicarakan bisnis. Setelah selesai kami bercakap cakap seperti layaknya antar teman, tapi kali ini pandanganku sering mengarah ke pahanya. Karena dia duduk dengan menyilangkan kaki maka hampir seluruh pahanya terpampang dengan jelas di hadapanku, begitu putih dan mulus.

Cerita-Bokeb

Bahkan kadang-kadang sekilas terlihat celana dalamnya yang berwarna biru muda pada saat ia mengganti posisi kaki. Dan yang lebih menggoda lagi, saya dapat melihat buah di belakang yang tidak terbungkus BH jika beliau menunduk, meskipun tidak semuanya namun kadang-kadang saya dapat melihat pentilnya yang berwarna coklat tua.

Sejak 4 hari aku tidak melakukan hubungan seks karena istriku sedang haid, padahal biasanya kami melakukannya hampir setiap hari. Karena itu aku berada dalam keadaan tegangan yang cukup tinggi. Pemandangan menghadapku membuat saya agak gelisah. Gelisah karena kepingin, pasti, tapi gelisah terutama karena kontolku yang mulai ngaceng agak terjepit dan sakit.

Selain itu aku tidak ingin Bu Linda memperhatikan keadaanku. Hal ini membuat aku jadi salah tingkah, terutama karena kontolku sekarang sudah ngaceng penuh dan sakit karena terjepit. Aku ingin memohon diri, tapi bagaimana bangun dengan kontol yang ngaceng, pasti terlihat. Sungguh situasi yang tidak mengenakkan. Bangun salah, dudukpun salah.

Tiba tiba Bu Linda berkata, “Pak Yan (kependekan dari Yanto, namaku), kontolnya ngaceng ya?”

Aku seperti disambar petir. Bu Linda yang selama ini sangat ramah dan sopan menanyakan apakah kontolku ngaceng, membuatku benar-benar tergagap dan menjawab, “E.. iya nih Bu, tahu kenapa.”

Bu Linda tersenyum sambil berkata, “Baru lihat paha saya sudah ngaceng, apa lagi kalau saya kasih lihat memek saya, bisa muncrat tuh kontol. Ngomong ngomong kontolnya engga kejepit tuh Pak?”

Kali ini aku sudah siap, atau sudah nekat, entahlah, yang jelas aku segera berdiri dan membetulkan posisi kontolku yang dari tadi agak tertekuk dan berkata, “Mau dong Bu lihat memeknya, entar saya kasih lihat kontol saya dah.”

Bu Linda pun berdiriku memegangku dan mengarahkannya ke arah kontolku, dari celana dan meremas remas kontol, berkata, “Bener nih, tapi lihat aja ya, engga boleh pegang.”

Kemudian beliau melangkah mundur selangkah, membuka dasternya dan kemudian celana dalamnya dan berdiri dalam keadaan dihadapanku. Kemudian ia duduk kembali kali ini dengan mengangkangkan kaki lebar sambil berkata, “Ayo buka celananya Pak, saya ingin melihat kontol Bapak.”

Sambil membuka pakaianku memperhatikan tubuh Bu Linda. Teteknya berukuran, 36 B, putih dan kencangkan, pentilnya coklat tua dan agak panjang, mungkin sering dihisap, maklum anaknya dua, lalu selangkangannya, bersih tanpa selembar bulupun, total dicukur botak,

sangat favoritku karena aku kurang suka memek yang admin banyak, lebih suka yang botak. Lalu bibir memeknya juga cukup panjang berwarna coklat muda, membuka perlahan lahan memek yang tampak merah muda berkilatan, agaknya sudah sedikit basah.

Yang paling mengagumkan adalah itilnya yang besar, hampir sebesar Ibu jariku, kepala itilnya merah muda menyembul begitu dari kulit yang menutupinya, seperti kontol kecil yang pernah disunat, luar biasa, belum pernah aku melihat itil sebesar itu.

Tangan Bu Linda mengusap usap bagian luar memeknya secara perlahan lahan, kemudian telunjuknya masuk perlahan lahan kedalam lubang memek yang sudah merekah indah dan perlahan lahan keluar masuk seperti kontol yang keluar masuk memek. Sementara tangan yang satu lagi menggenggam itilnya di antara dan ibu jari dan memilin milin itilnya dengan cepat.

Akupun tidak mau kalah dan menggunakan kepala kontolku yang 14 cm, kemudian menggenggam batangnya dan mulai mengocok sambil terus memperhatikan Bu Linda. Bu Linda mulai mendesah desah dan memeknyapun mulai menimbulkan suara berdecak decak karena basah, tampak air memek yang berwarna putih mengalirkan air hujan selangkangannya. Kami onani sambil saling memperhatikan. Sungguh tidak pernah kusangka bahwa onani bersama seorang wanita rasanya begitu nikmat.

Saat hampir nyemprot, aku menahan kocokanku dan menghampiri Bu Linda yang terus menusuk nusuk memeknya dengan cepat. Aku berjongkok dihadapannya dan lidahkupun mulai menjilat memeknya. Bu Linda jarinya dan biarkan aku menjilati memeknya, sengaja meremas ulang kedua teteknya dengan keras.

Baca Juga : Cerita Sex Desahan Birahi Istri Tetangga

menjulurkan lidahku ke dalam lubang memek yang menganga lebar dan menusuk lidahku seperti ngentot, Bu Linda mulai mengerang dan tak lama kemudian menarik perhatian aku sulit bernapas karena hidungku menutup memek, kemudian terasalah memeknya berkedut kedut dan bertambah basah.

mencari Bu Linda sudah memperoleh orgasme pertama kali. Tapi saya tidak puas dengan hanya menjilati lubang memeknya, targetku berikutnya adalah si itil besar. Mula mula kujilat jilat kepala itil yang menyembul dari kulit itu, lalu kumasukkan seluruh itilnya kemulutku dan berhenti aku menyedot nyedot sang itil. Belum pernah aku merasakan itil di dalam mulut dengan begitu jelas, dalam hatiku berpikir, “Begini rupanya ngisep ‘kontol kecil’”.

Maklum itilnya benar-benar seperti kontol kecil. Bu Linda mengerang erang dan menggoyangkan pinggulnya kekiri kekana sehingga aku terpaksa menahan pinggulnya dengan aku agar agar tidak lepas dari hisapanku.

Tidak lama beliau mengeluarkan lenguhan yang keras dan memeknya pun kembali berdenyut dengan keras, kali ini disertai cairan putih susu yang agak banyak. hampir orgasme kedua telah tiba. Aku melepaskan itilnya dari mulutku dan mulai menjilati cairan memeknya sampai bersih. Sungguh nikmat rasanya.

Bu Linda tergolek dengan lemasnya seperti balon yang kurang angin. Akupun berdiri dan mulai mengocok ngocok lagi kontolku yang sudah begitu keras dan tegang. Mata Bu Linda mengikuti setiap gerakan tangan untuk mempermainkan kontolku. Saat aku hampir mencapai orgasme, kudekatkan kontolku ke mukanya dan Bu Linda segera membuka mulut dan mendekati kontolku dengan lembutnya.

Aku sungguh tidak tahan lagi bertahan karena hisapannya yang begitu nikmat, maka akupun menyemprotkan air maniku di mulutnya. Rasanya belum pernah saya menyemprotkan senikmat itu dan seolah-olah tidak mau berhenti menyemprot. Begitu banyak semprotanku, tapi tidak tampak setetespun air mani yang keluar dari mulut Bu Linda, semuanya ditelan habis.

Sejak itu kami selalu onani bareng kalau bertemu, dan tidak percaya, aku belum pernah memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Kami sudah sangat puas dengan ngocok bersama sama. Sayangnya beliau sekeluarga pindah keluar negri sekarang aku kehilangan temen ngocok bareng. Tapi kenangan itu tetap ada di hatiku.

Mungkin ada ibu di antara-ibu atau pasangan yang suka ngocok bareng denganku, silahkan kirim pesan, pasti akan kubalas. Percaya diri, lebih nikmat ngocok bareng dari sendiri.

Joker338