Cerita Dewasa Manisnya Pentil Anak Pembantu

Posted on
Pokervaganza

Cerita Dewasa Manisnya Pentil Anak Pembantu – Sebelum aku tidak pernah mengenal siapa namanya seks dan sebelum aku men lebih, aku memperkenalkan dulukakn diriku ini, namaku Rono. Rata-rata dalam pembahasan dengan teman sekelasku cowok-cowok sudah seperti yang kita lihat, kami sering menceritakan pengalaman-pengalaman seru kami dan kami selalu tertawa dengan candaan kami yang gila itu. Dari para sahabatku, cuma aku seorang yang masih perjaka. Yang lainnya sudah masuk golongan pemanah.

Ada yang nyikat pembantunya, pacarnya, dan ada juga yang melakukannya dengan wanita pro. Sedang aku ? Pacarku seorang yang tekun menjalani agama. Kalau bertamu ke rumahnya selalu ada orang lain yang menemani entah ayah,

Agen878

Ibu atau saudara kandungnya. Kesempatan yang hanya ada saat pamit ketika ia mengantarkan ke luar rumah. Itupan hanya ciuman di pipi saja. Utamakan dengan yang pro saya tidak punya cukup keberanian. Pembantu? Pembantuku STW berkain kebaya, dan sama sekali tidak menarik.

Suatu hari sepulang ke rumah setelah latihan band dengan teman-teman, aku memanggil bik Minah pembantuku agar menyiapkan makanan. “Bik Minah pulang ke kampungnya, dijemput adiknya tadi pagi, karena salah satu ponakannya akan dinikahi oleh seorang yang cukup terpandang di desanya.

Nah sepertinya akan ada pesta besar-besaran di kampung. Mungkin bulan depan bik Minah baru balik, ” kata ibuku. “Tapi tidak perlu khawatir, Aryani anak bik Minah yang membantu kita selama bik Minah tidak ada, kebetulan ini kan musim liburan sekolah.

Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tidak memperhatikan karena kupikir anaknya Minah pasti kurang lebih sama dengan ibunya. Tapi ketika aku menoleh, ya ampun, ternyata manis juga anak ini.

Kulitnya bening, wajahnya polos dengan bibir tipis, rambut dikepang kuda. Ukurannya sedang-sedang saja. Mungkin kalau dipermak sedikit orang tidak akan mengira dia cuma anak pembantu.

Tak lama berteriak dari ruang depan, mengatakan bahwa ia akan pergi ke pertemuan wanita sampai malam. Di rumah tinggal aku dan Aryani.

“Yani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan,” kataku ketika melihat Aryani melintas. “Kamu sekolah kelas berapa Yan ?

“SMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA,” polos.

“Di kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau malah sudah dilamar ? Tanya lagi.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryani. “Kalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya?”

“Gadis kota mana mau sama aku ya? kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. “Lagipula aku sukanya gadis yang masih polos seperti kamu.

“Ah mas, bisa saja,” katanya malu-malu, “Aku kan cuma anak seorang pembantu.

“Yan, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, ” kataku sambil menunggu naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani.

Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, ternyata habis mandi, karena tercium wangi sabun luks. Segera kusuruh ia duduk menemaniku menonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman angka yang biasanya kuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah.

Kupilih yang tidak terlalu vulgar, agar Aryan jangan sampai kaget melihatnya. Adegan yang ada paling percintaan sampai di ranjang tanpa tayangan dengan detail.

adegan-adegan itu membuat Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisa diam. “Mas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah,” katanya.

“Tunggu dulu, Yan, aku mau ngomong,” kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya, “Kamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soal sepele, saya akan membantumu, asal …”

Asal apa mas, katanya bersemangat.

“Asal kamu mau membantu aku juga,” kataku sambil pindah ke suatu cahaya. Segera kuraih tangannya, kupeluk dan kucium lihat. Aryan sangat kaget dan segera berontak sambil menangis.

“Yani, kamu pikir aku akan memperkosamu ? ” kataku lembut. “Aku cuma mau supaya kamu menjadi pacarku.

Ia membelalak tidak percaya. Sebelum sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapi kali dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu. Kugigit telinganya, dan kuciumi lehernya. Aryani terengah-engah menikmati kenikmatan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan terburu-buru. Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelum direguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa.

Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas bagian atas, dan kubuka kancing dasternya dari belakangya setahun. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternya ia tersadar dan mau protes.

Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yang bidang, hasil rajin fitness. “Yan kamu curang sudah melihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong.

“Ah jangan mas, malu,” katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya.

“Bajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, ” kataku sambil menyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan kurang siap dengan serbuanku sehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kucium bagian seputar payudaranya yang masih tertutup berwarna hitam.

Film-Bokeb

“Aduh mas, mhm, enak sekali,” katanya sambil menggelinjang. Tangankupun bergerilya membuka pengait behanya.

Tetapi ketika melepaskan ciumanku karena hendak membuka hanya aku tersadar kembali dan protes, “Lho mas janjinya behanya tidak dibuka,”

Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar tetapi sangat indah bentuknya, dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudara kanannya sambil kuemut-emut. Ia tidak dapat berkata-kata tetapi scream-jerit keenakan.

alunan suara erangan yang indah, ” mph, ehm, ahhh, ‘ dari kebutuhan yang mungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yang masih tertutup CD yang juga berwarna hitam.

tekankan sekali rangsangan untuk memicu yang Ayryani terima sehingga keluarkan cairan dari MQ-nya yang menyiram CDnya.

“Oh mas, oh mas, mph, enak sekali,” lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudah melakukan balik CD-nya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jariku berhasil menyentuh klitorisnya dan terus berputar-putar, membuat kaget dan merasakan kenikmatan yang sangat sangat.

Sengaja tidak kucolok, karena itu bukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti.
“Ahhh!” jerit Aryani, dibarengi pada tubuhnya yang mengejang. photomemek.com muncul ia sudah mencapai klimaksnya. Tak lama tubuhnya melemas, setelah merasakan kenikmatan pertama kali dalam hidupnya. Ia merasa di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah CD yang menutupi tubuhnya.

Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta CD-ku, pikirku masih, pasti tidak akan banyak protes. “Lho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampai terlalu jauh,” sambil berusaha duduk.

“Yan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatannya, aku belum. kamu sudah melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, ” kataku sambil secepat kilat menarik cd-nya.

“Mas, jangan! protesnya sambil mau memertahankan CD-nya, tapi ternyata kalah tangkas dengan kecepatan mata yang berhasil meloloskan CD-nya dari kedua kakinya. pemandangan indah yang baru pertama kali terlihat langsung. MQ-nya masih terkatup, dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu lebih jarang. Adik kecilku langsung membesar dan mengeras

Segera kucium kembali dan kulumat payudaranya. Arya kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakiku dengan kedua kakiku, “mas, jangan, oh !” katanya.

Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumat itu agar tidak dapat bersuara. torpedoku perlahan-lahan mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubang kenikmatan.

“Mas, jangan, aku masih perawan,” protes Aryani ketika berhasil melepaskan ciumanku.

“Jangan takut sayang, aku gesek-gesek di luar saja,” kataku ngegombal sambil memegang torpedo dan mengarahkannya ke celah yang sangat sempit.

Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil juga kuputar-putar di dinding luar MQ-nya. “Mas, mas, mphm, oh, uenak sekali,” katanya penuh kenikmatan. Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan cuci helmku.

Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam MQ-nya dengan menyodoknya perlahan-lahan,

“Aduh mas, sakit! Tadi tidak akan dimasukkan, ” protes Arya, mulai agak masuk.

Baca Juga : Cerita Sex Janda Liar Teteknya Kemana Mana

“Enggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yan!” kataku setengah berbohong sambil terus bekerja.

Sempit lubang bagi Yani, sehingga memudahkan untuk memasukkan torpoedoku secara keseluruhan. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganya dengan kecil-kecil.

Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, “Aw!” Saat itu dengan tenagaku kusodok torpedoku yang berhasil tenggelam semuanya di MQ-nya Aryani.

Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam MQ Aryani. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya. rasa sakit yang dialami Arya tergantikan dengan rasa nikmat.

Yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh, setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini.

Torpedoku semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, akupun melngalami kenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. aku sudah mendekati klimaks.

Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitan MQ perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedoku terbenam di dalamnya. Terasa meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar panasnya ke dalam surga kenikmatan Aryani.

Dengan sekut tenaga kubenamkan torpedoku sedalam-dalamnya dan crot, crot, cort ! Air maniku muncrat ke dalam rahim Aryani, lenguhan panjang dari mungil mungil Aryani. hampir kami mencapai orgasme secara bersamaan.

Tubuhkupun jatuh di atas tubuhnya yang penuh dengan kenikmatan. Kami berdua masalah tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih menikmatinya sampai ke ubun-bubun.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Joker338