Cerita Dewasa Kelakuan Rina Si Gadis Binal SMP

Posted on
Pokervaganza

Cerita Dewasa Kelakuan Rina Si Gadis Binal SMP – Pada saat itu sedang, dan dalam benakku terpikir untuk belajar memancing nafsu Sari dan aku duduk di sebelah Rina, aku rangkul Rina dan ku cium pipi dan, lalu aku meraba pikiran. Dan saat itu juga Rina tidak memakai beha dan hanya memakai kaos, dn timbul lah pentilnya yang halus, dan ku dorong dia sambil tiduran di karpet. Kami sama-sama bergumul. Melihat hal tersebut, Sari kaget juga. Dia untuk berwajah.

Karna sampai kini kami terkait diam-diam. Tidak sempat dengan terang-terangan. Kali itu kami melakukan perbuatan seolah-akan tak ada orang lain yang kami buat berdua, untuk memancing nafsu Sari. Perbuatan kami semakin meningkat. Karna Rina telah telanjang dada. Lantas Rina turunkan celana pendeknya. Dia segera bugil karena tidak menggunakan celana dalam.
Saya juga tidak tinggal diam, kulepas semuanya bajuku. Kugeluti dia. Lantas kami ambil tempat 69. Rina diatas. Kami sama-sama mengisap.
“Aaahhh.., Mmasss.., sshshshs… Masss.. enaaakkk Mass.., ooohh..! desah Rina dibesar-besarkan.

Agen878

“Ohhh.. Riiinnn… hisap yang kuaattt Riinnnn..! ” desahku juga.
Kulihat Sari telah tidak untuk berwajah sekali lagi.
Kurang lebih lima menit sama-sama mengisap, Rina berdiri memegang batang videoku serta mengarahkan ke liang senggamanya yang telah tidak perawan sekali lagi. Turunkan pantatnya dengan perlahan-lahan.

“Memberkati..! segera masuk semuanya.
“Aaahhhh… Maasss.., aaahhh.., ssshhh.., aaahhh..! ” desanya. Lalu
dengan perlahan-lahan dinaik-turunkan pantatnya. Pertama-tama perlahan-lahan. Makin lama semakin cepat.

“Aahh.. ooohhh.., sh.. sh.. ooohhh… Iiihhh..! ”erangnya. Kulirik Sari, dia memandangi ekspresi Rina. Kelihatannya dia telah terangsang berat. Karna berwajah merah padam, nafasnya memburu. Tangannya. Pergerakan Rina tidak teratasi. Pantatnya berputar sembari naik turun. Kurang lebih 10 menit, saya merasakan liang kewanitaan Rina telah berkedut-kedut. Dia ingin hingga klimakasnya. Serta pada akhirnya pantatnya menghujam batang keperkasaanku dalam sekali

“Aaahhh.. Massa… Akuuu… sammmpppeee.. Maasss..!
”Syuuur… syurrr.. ”kehangatan keseimbangan kepala senjataku.

Film-Bokeb

Dia segera terguling ke sebelahku. Senjataku tercabut dari liang kenikmatannya serta berhamburanlah cairan dari liang senggamanya ke karpet. Saya memanglah tidak menghayati permainan ini, karna fikiranku tetap ke Sari. Jadi pertahananku masih tetap kuat. Saya bangkit dengan telanjang bulat. Kuhampiri Sari. Sari kaget karna saya menghadapinya masih tetap dengan bertelanjang bulat.

Segera kupeluk dia. Kuciumi semua berwajah. Tak ada pertanyaan darinya, namun juga tak ada reaksi apa-apa. Betul-betul masih tetap polos. Lama-lama mulai memelukku. Dia mulai menikmatinya. Membalas ciumanku, meski lidahnya belum juga bereaksi. Kuusahan semesra mungkin saja saya mencumbunya. Serta akhirnya terbuka sedikit bersamaan dengan desahannya.

“Aaahhh.. Maasss..! ” nafasnya mulai memburu.
Kumasukkan lidahku ke mulutnya. Kubelit lidahnya perlahan. Dia juga membalasnya. Tanganku mulai meraba penyerangan. Merasa putingnya telah mengeras di bukit kembarnya yang kecil. Kuremas-remas keduanya bertukaran.
“Maaaasss.. oooohhhh.. Mmmasss.. sshhshshs…” desahnya.

Kulepas ciumanku. Kupandangi berwajah sambil mengangkat tangan mengangkat kaosnya. Diam saja. Terlepas dari kaosnya, saat ini tinggal BH mininya. Kulepaskan juga pengaitnya. Dia masih tetap diam saja. Pada akhirnya terpampanglah bukit kembarnya yang kecil lucu. Seperti umum, untuk menaklukan seseorang perawan, tidak dapat tergesa-gesa. Mesti sabar serta dengan kalimat yang pas. “Bukan maaiinnn. Susumu sangat bagus Sar..! ” kataku sambil memandangi bukit kembarnya.

Warnanya tidak seputih Rina, agak coklat seperti warna kulitnya. Saya elus perlahan sekali. Kusentuh-sentuh putingnya yang telah menonjol. Tiap-tiap kusentuh putingnya, dia menggelinjang. Kutidurkan dia ke karpet. Lantas kuciumi dada kanannya, yang kiri kuremas-remas. “Aaahhh.., ssshhh.., Maaasss.., aaaddduuuhhh… aaa..!

Bertukaran kiri kanan. kadang-kadangku turun ke arah perutnya, lalu naik sekali lagi. Tangan kananku telah mengelus-ngelus pahanya. Dia masih tetap menggunakan celana panjang katun. kuelus-elus selangkangannya. Dia mulai buka pahanya. Selain itu Rina telah pergi ke kamar mandi. Karna kudengar nada guyuran air.

Setelah saya percaya dia telah di puncak nafsunya, kupandangi berwajah sekali lagi. Berwajah telah memerahkarena nafsunya. Ini waktunya. Lalu kami mulai buka pengait celananya, retsletingnya, serta turunkan celana panjangnya beserta celana di dalamnya. Tak ada permintaan. Bahkan dia membantunya dengan mengangkat pantatnya. Dia memandangiku sayu. Bukitnya kecil tidak admin admin. Nyaris sama juga dengan milik Titin terlebih dahulu.

Mungkin saja karna keduanya sama dengan orang Sunda. Kupandangi bibir videonya. Dia menutupinya dengan ke-2 dirinya. Kutarik perlahan-lahan sambil sembari kudekatkan menyamping. photomemek.com tiba-tiba melihat sedikit keras, namun lama-lama mulai melemah. Kucium bibir kewanitaannya. Aaahhh.., segar sekali harumnya. Kuulangi cukup kali. Tiap-tiap kucium, pantatnya ke atas sambil mendesah. “Aaahhh… Masss.., mmm.. sshshshs…” Batang kejantananku yang barusan agak lemas, mulai mengeras sekali lagi.

Cerita Sex– Lantas kubuka bibir kewanitaannya dengan jariku. telah basah. Kutelusuri semua liangnya dengan jariku, lalu lidahku. Dia semakin menggelinjang. Lidahku menari-nari mencari kedele-nya. Setelah bisa, kujilat-jilat secara cepat agak agak kutekan-tekan. Reaksinya, gelinjangnya semakin hebat, pantatnya bergoyang ke kiri serta ke kanan. “Adduuuhhh… Maasss… aaahhh.. ssshhh.. aaahhh..! Kuangkat ke-2 kakinya, kutumpangkan ke pundakku, hingga liang kewanitaannya makin buka.

Kupandangi belahan kewanitaannya. Begitu indah liangnya. Hangat serta berkedut-kedut. “Saarr.., memekmu bagus benar.. Wangi lagi…” Kembali kuhisap-hisap. Dia makin keras mendesah. Kurang lebih 5 menit yang lalu, pahanya menjepit leherku keras sekali. Lubang keperawanannya berdenyut-denyut cepat sekali. Serta, “Syurrr…syurrr…” menyemburlah kenikmatannya.
Kuhirup semua. Manis, asin, gurih jadi satu. Aaaasshh… segarnya. Kakinya telah melemas. Kuturunkan kakinya, kukangkangkan pahanya. Kuarahkan batang keperkasaanku ke liangnya sembari kupandangi berwajah. “Boleh Sarr..? ” memohon persetujuannya. memandangku sayu, tidak bertenaga. Dia cuma mengangguk.

“Pelan-pelan yaa Mass..!

Kuoles-oleskan kepala bendaku dengan cairan pelumas yang keluar dari liang senggamanya. Lalu kugesek-gesekkan kepala kejantananku untuk kenikmatannya. Kuputar-putar sembari menghimpit perlahan-lahan.
“Aaahhh.. Maasss… Ooohhh..! ” dia mendesah

Lantas kutekan dengan sangat perlahan-lahan. Kepalanya mulai masuk. Kuperhatikan videonya menggembung karna menelan kepala keperkasaanku. Ketekan sedikit sekali lagi. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya. Kuangkat pantatku sedikit dengan sangat perlahan-lahan. Lantas kudorong sekali lagi. Demikian berkali-kali hingga dia tidak menangis.
“Ayooo… Massa.. aaahhh.. ooohhh.., ssshhhsssss..!

Lantas kudorong sekali lagi. Masuk sepertiganya. Dia sekali lagi. Kutahan sebentar, kutarik perlahan-lahan, lalu kudorong sekali lagi. Merasa kepala batang kejantananku tentang beton tidak tebal. inilah lautnya.
“Kok tidak dalam..? Belum juga masuk setengahnya telah terkena..! ” batinku dalam hati.
“Sar.., tahan sedikit yaa..!

Lantas kucium ini. Kami berciuman, sama-sama mengulum. Serta dengan memastikan kutekan batang keperkasaanku dengan keras.
“Cantik..! ” insidenku menabrak suatu hal yang segera sobek.

Dia ingin berteriak, namun karna mulutnya kusumpal, jadi tak ada nada yang keluar. Kudiamkan sebentar kejantananku supaya liang keperawanannya ingin menerima benda tumpul asing. Lantas kutarik ulur secara perlahan. Setelah tampak dia tidak merasakan stres, kutekan lebih dalam sekali lagi. Kutahan sekali lagi. Kuangkat perlahan-lahan, kutekan sedikit sekali lagi. Demikian berkali-kali hingga senjataku masuk semua. Dia tetaplah tidak dapat berbicara karna mulutnya kulumat. Kutahan videoku didalam, kulepaskan ciumanku. Liang senggamanya menjepit semua batangku di semua bagian. Rasa-rasanya pokoknya enaknya.

“Gimana Sar..?
“Misa Sakiittt… Periiihhh… Mmmm..!
“Tahan saja dulu, sebentar lagi ilang kok…” sembari kucabut begitu perlahan-lahan.
Kutekan sekali lagi hingga menyentuk ujung rahimnya. Demikian berkali kali. Saat kutarik, tampak Sari agak tertarik hingga terlihat agak menggembung, serta bila kutekan, agak menggelembung. Setelah 5 atau 6 kali saya turun, merasa agak licin. Serta Sari juga tidak tampak menyenangkan sekali lagi.
“Sar.., memekmu sempit banget. Ooohhh enak sekali Sar..! bisikku sembari percepat pergerakanku.
Dia tampaknya telah terasa nikmat.

“Aaahhh… eennnaaakk… Massa… aaahhh.. shshshshsh…” desahnya. Kupercepat selalu.
“Ah.. ah.. ahh.. ooo.. ssst.. aaaddduuuhhh… ooohhh..! pantatnya mulai bergerak menyeimbangi pergerakanku. Kurang lebih 5 menit, dia mulai tidak teratasi. Pantatnya bergerak pembohong. Mendadak dia menekuk, ke-2 kakinya menjejak pantatku sambil mengangkat pantatnya. Bibirnya berkedut-kedut.

Baca Juga : Cerita Dewasa Manisnya Pentil Anak Pembantu

Serta, “Sysurrr.. syuurrr.. ” 2 x kepala kejantananku disembur oleh cairan hangatnya.
Karna saya dari barusan telah ingin keluar serta kutahan-tahan, jadi kecepatan pergerakanku.

“Masss… Uuudddaaahhh.. Mmasss.. Aaaddduuhhh.. Gellii.. Maass..! teriaknya.

Saya tidak peduli. Keringatnya telah seperti orang mandi. Kupercepat selalu pergerakanku, pada akhirnya, “Crooot… cruuuttt..” 3x saya menembakan cairanku di liang kenikmatannya.
Lantas saya ambruk di sampingnya.
Mendadak, “Plok.. plok.. plok.. ” terdengar nada tepukan.
Rina telah dari barusan kami berdua.

“Mas hebat… Sari.. selamat yaa..! ” tuturnya sambil mencium pipi Sari.
Sari cuma dapat tersenyum di sela-sela nafasnya yang masih tetap ngos-ngosan.
“Enak Sar..? ” tanyanya sekali lagi.

Sari cuma mengangguk lemah. Lantas saya memeluk Sari.
“Sari. Terima kasih ya..! ” kataku sembari mengecup pipinya.
“Sari juga terima kasih Mas.. Enaakkk banget ya Mass..!
Saya bangun ambil baju-bajuku yang berantakan. Kulihat di selangkangan Sari ada bercak-bercak kemerahan.
“Aaaahhh… Saya dapet perawan sekali lagi..! ” batinku.

Lantas saya ke kamar mandi. Usai kumandi, gantian Sari yang mandi. Setelah semuanya usai, kami hanya menikmati sembari minum teh hangat yang dibuatkan Rina.
Bercerita pengalaman yang dirasa oleh masing-masing. Saya lemas karna dalam 2 jam hingga 3 kali main. Sejak saat itu, Sari datang jam 3 sore. Serta belajar sebelumnya, kami memulainya dengan pelajaran biologi. Serta Rina sepertinya tahu serta mengerti bila punyanya Sari oke, jadi dia harus tahu giliran ke-2.

Serta mereka juga sama-sama sharing. Sama-sama coba serta mengajari. Saya yang jadikan alat uji coba mereka menurut saja. Setelah enak sich. Sesudah pembagian raport, nyatanya yang nilainya naik banyak cuma Sari. Namun keduanya naik kelas dengan nilai diatas rata-rata. Demikianlah narasi dewasa pengalamanku dengan gadis-gadis SMP.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Joker338