Film-Bokeb

Cerita Dewasa Janda Berhijab Doyan Ngeseks

Posted on
Pokervaganza

Cerita Dewasa Janda Berhijab Doyan Ngeseks – Tuhan sudah mengatur nasib kita masing-masing, dan kadang-kadang saya menjelaskan ungkapan itu dan ada benarnya juga, namun aku tidak tau untuk hal ini apakah sesuatu yang diberikan oleh Tuhan atau godaan yang di buat oleh setan . Seperti pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor aku duduk di sebelah cewek cantik dengan jilbab dengan tinggi 150 cm, umur sekitar 27 tahun, bertubuh sekal dan berkulit putih (keliatan dari kulit wajah dan telapak tangan).

Mula-mula aku tidak peduli karena hobiku untuk tidur dengan sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika saat cewek berjilbab di sebelahku menarik tugas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yang merasa malas. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yang dipakainya. Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku untuk bangkit. Aku mencari akal mencari dan mencari informasi.

Agen878

sudah terjadi ketika kita kepepet alam sering ada ide yg keluar. Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku sudah meluncur ucapan ,”Wachhh… hobinya sama juga yach !”. Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich.”Hobi apaan ?” tanyanya “Itu nitip absen”, sahutku dan dia tertawa kecil. “Tau aja kamu. Dasar tukang nguping”, sahutnya.Akhirnya obrolan bergulir. Selama percakapan saya tidak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu. Sampai akhirnya dia ngomong “kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.””Maksud kamu ?” pertanyaan lagi.”Biasanya mereka baru melihat lagi nanya lagi terus minta nomor telepon.”Setelah itu kami saling berkenalan.

Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, biasa dipanggil Tia. Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. Dua hari kemudian aku bertemu dia lagi. Cewek manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk di sebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia hari itu punya banyak cerita konyol.
Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil bercanda tiba-tiba dia berkata :”Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kamu jago ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yang kamu pacarin.” Sumpah kaget mati aku sekali denger omongan dia. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung aku ceritain aja ke dia kalo aku sudah beristri dan punya anak.Ech tahan karena sepertinya biasa aja, malah saya kaget karena ternyata dia tidak pernah lagi pernah MBA waktu lulus sekolah dulu. Sekarang dia sudah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda.

Selanjutnya sudah bisa ditebak. Obrolan sudah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus seks. Keakraban dan pemahaman ke arah seks sudah di depan mata. Sampai suatu saat setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami sudah akrab dan ditempel.

Film-Bokeb

Bahkan Tia tidak sungkan lagi mencubit aku setiap dia menahan tawa atau tidak tahan aku goda. Beberapa kali ketika dia mencubit aku tahan tahan dan dia menekan lengannya tidak bergerak ketika langit kirinya aku tumpangkan di pahaku dan aku elus-elus lengannya sambil menutup hem sambil ngobrol terus. Akhirnya dia sadar dan berbisik, “Wah, kok betah banget ngelus tangan, entar bajuku jadi kusut lho. “Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kamu,” sahutku sambil nyengir. “Dasar gila kamu,” katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr…, pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang. Aku melihat bangku sekelilingku kosong sementara suasana gelap malam membuat suasana di dalam agak remang-remang.Aku mengangkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangan. Akhhhhh… sudah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya aku teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi ujung kecil dan hisapan lembut dan kuat pada jarinya. dia menikmati sensasi hisapan di jarinya.

Wajahnya yang terlihat jilbab itu tampak sendu terlihat cantik sekali. Dan akhirnya dia menyender ke samping pundakku. Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku sudah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar baju merah mudanya. Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup ke dalam milik BH. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan semakin bertambah panjang beberapa mili. Sementara itu juga tidak tinggal diam mulai mengelus-ngelus penisku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi pembohong dan agresif. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas penisku yang sudah tegang.Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. Aku tidak dapat berbuat banyak karena posisinya tidak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan birahi kami merapikan pakaian masing-masing. Turun dari bis aku bilang mau anter dia sampai dekat rumahnya. Aku tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan aku sudah merencanakan untuk mengalirkan hasratku di daerah itu.

janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya. Ketika kita melewati jalan yang sepi tersebut, kilatan tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut jilbab merah muda model modis dan langsung mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab itu menyambut bibirku, disana dan menyedotnya. Tangannya langsung menurunkan celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang milik. Rrrretttttt… aku tarik kasar cdnya…, jariku langsung menyelusup masuk ke vaginanya terasa hangat dan licin. dia sangat cerahsang sejak di bis tadi.Di tengah deru nafasnya Tia berdesah : “Ayo mas…masukin aja…aku kepengen banget nech. Hhhhhh…””Sebentar sayang”, sahutku, “Kita cari tempat yang aman.”Aku tarik melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon aku pengirim dia dan setelah menarik rok panjang model ketatnya sampai sepinggang Lalu buru-buru celana di dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana di dalamnya kusangkutkan di kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga. Sengaja celana di dalamnya kusangkutkan di kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah.Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga. Sengaja celana di dalamnya kusangkutkan di kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga.

Akhirnya dia menuntun penisku memasuki vaginanya. ? Emmhhh…!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung penisku mulai penetrasi ke dalam vaginanya. Luar biasa, itulah sensasi yang saya rasakan ketika penisku mulai menyeruak memasuki vaginanya yang sudah dibasahi cairan nafsu.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Desahan Iparku Yang Meluap-Luap

Ditengah deru mobil yang melintasi jalan tol aku pantatku dengan gerakan dan menghentak pada saat mencapai pangkal penisku. Tia menyambut dengan menggigit pundakku setiap aku menghentak penisku masuk ke dalam vaginanya. “Ooochhhh… auchhhh… Masssss… oochhh…”, desahnya. Birahi dan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar suara orang melintasi jalan dibalik pagar. Namun lokasi kami cukup aman karena gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat. Bahkan mungkin orang yang berjalan itu tidak akan berpikir tentang sepasang manusia yang cukup gila untuk bercinta di pinggir jalan tol tersebut. “Gantian mas… aku cape”, katanya.Aku lalu duduk menyandar dan perempuan muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yang kusingkap agar tidak jatuh ke bawah. Kemudian Tia mulai berjongkok mengarahkan vaginanya. Ketika penisku kembali menyeruak di antara daging lembut vaginanya yang sudah licin, itu kembali menerpa diriku sendiri. Sambil memegang bahuku, dia mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju sambil memutar. Kenikmatan itu kembali menarik dan meningkatkan intensitasnya ketika saya membantu dengan menekan ke atas pinggul sambil menarik pantatnya.

Desahan suaranya semakin keras setiap kali video kami bergesekan, “uchhhhh… ssshhh… uchhhhh…”. Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yang dari pergesekan bulu burung kami sambil terus menggerakkan pinggulku menciptakannya.”Terus sayang… ayo terus”, desahku. Keringat sudah menyusul dan kami sudah mulai bergerak maju mulai untuk meningkatkan rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuh kami dan bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung video kami. Berdenyut dan ujung penisku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan vaginanya lebih keras lagi. “Hegghhhhhh… hhhegghhhh… heghhh… terus mas… sodok… sodok terussss… mas… yachhhhh… disitu… terus… terussss… ooocchhhhhhh”,dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab, Tia menekan dan menjepit keras penisku sementara vaginanya terus berdenyut-denyut. ? Mass…mmhh…oouuccchh…?, pekiknya terputus sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab itu tatkala mencapai puncaknya. Aku hanya bisa bersandar sambil menunggu dia selesai orgasme.

Ketika langsung menjepitnya mulai mengendur saya berinteraksi dengan tanpa rasa yang membuat itu, tanpa basa rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledakkan minuman menikmatiku ke dalam vaginanya. Aku sodokan penisku sambil menekan pinggulnya sambil kakiku menikmati aliran rasa yang menerjang keluar dari tubuhku itu. Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang… tersenyum dan tertawa.”Kamu memang benar-benar gila, tapi jujur​​aku sangat menyukai cara seperti ini. Aku belum pernah senikmat ini bercinta.” akunya. “He.. he.. he.. sama donk”, kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis itu sementaraku mulai mengendur di dalam vaginanya.

Setelah itu kami merapikan masing-masing dan meminjam untuk menikmati seks ini untuk hari-hari mendatang.

 

Joker338